Senin, 15 Juli 2019

Unhijabisasi

PENDUKUNG JOKOWI MULAI DIKTE MA'RUF AMIN : SEBARKAN ISLAM NUSANTARA, HENTIKAN HIJABISASI

Sekuleris pendukung garis keras Jokowi, Gayatri Wedotami mulai mendesak Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai calon presiden dan calon wakil presiden yang dimenangkan KPU untuk berfokus menyebarkan Islam Nusantara dan menghentikan hijabisasi. Bagaimana bisa 'Islam' tapi menolak hijab?

Ternyata Islam Nusantara yang ia maksud adalah paham yang mengakomodasi pakaian adat dalam kehidupan publik, karena menurutnya pakaian adat seperti kemben (sekadar kain penutup dada) sudah dapat dianggap menutup aurat. Gayatri juga berpendapat - mengatasnamakan Al-Qur’an bahwa hijab bukan lah busana wajib bagi muslimah.
.
Penganut kejawen itu menulis, selama ini telah terjadi islamisasi yang ditandai dengan Hijabisasi secara sistematis di sekolah-sekolah umum. Ia menolak keras 'islamisasi' karena akan merusak keberagaman dan menghapus budaya lokal, dan sebaliknya menumbuhkan arabisasi.
.
Selanjutnya silakan baca pemikiran menyimpang Gayatri ini

Untuk Jokowi dan Maruf Amin.
Biar saya KRITIK sesuai bidang yang saya tekuni.
Saya harapkan Anda berdua lebih tegas lagi dalam masalah Islamisasi. Bapak Maruf, Anda dari NU, maka Islam Nusantara-lah yang seharusnya menjadi fokus Anda. Islamisasi itu antara lain dalam hal hijabisasi. Karena hijabisasi adalah mula-mula dari banyak sekali masalah. Segala masalah dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan dalam berkemanusiaan. Ingatlah Pancasila! Saya menentang hijabisasi di sekolah-sekolah negeri. Banyak non-Muslim telah menyampaikan keberatan kepada saya, meski di tempat mereka, mereka pura-pura menerima dan mengalah. Banyak Muslim juga keberatan dan pura-pura menerima lalu mengalah.

Kalau pada 2024, Anda berdua tidak dapat meredam hijabisasi di mana-mana, dan malah membiarkan hijabisasi terus merebak, sementara di Arab Saudi perempuan sudah boleh tidak berhijab dan di Iran perempuan pun sudah melakukan revolusi unhijabisasi, saya anggap pemerintahan Anda telah gagal. Dengan membiarkan maraknya hijabisasi, Anda telah membawa bangsa ini kepada kemunduran pemahaman mengenai seksualitas, gender dan tubuh (perempuan). Hijabisasi juga berpotensi mengancam sustainability perempuan sebagai ibu dan akhirnya generasi masa depan dari segi kesehatan dan kecerdasan. Hijabisasi juga mengancam eksistensi kebhinekaan busana di Nusantara. Termasuk kesenian dan akhirnya dunia pariwisata.

Masalah utama dari hijabisasi adalah perempuan tak lagi dapat berpakaian tanpa kerudung, jilbab atau hijab atau apapunlah namanya di ruang publik dan di depan non-muhrim. Baik melalui anjuran di masjid-masjid dan institusi agama, peraturan daerah, maupun tekanan psikis secara halus maupun kasar. INI AMAT BERBAHAYA.

Jika kami perempuan masih bebas berpakaian ala Barat maupun ala Nusantara, tanpa harus selalu menutup rambut, leher maupun bahu dan lengan kami, maka kesehatan jiwa dan raga kami akan terjamin. Biarkanlah kami tetap berpakaian sesuai konteks, dengan kepatutan di masing-masing tempat, tanpa harus dipandang sopan atau dipandang menutup aurat di setiap tempat hanya apabila mengenakan hijab.

Kami terlahir mulia dan terhormat tanpa harus menuruti satu jenis penafsiran ayat-ayat Alquran tentang hijab saja. Hijab tidak membuat kami terhindar dari pelecehan seksual maupun perkosaan dan berbagai bentuk penghinaan dan penistaan terhadap kami sebagai perempuan.

Rahayu,
RA Gayatri WM.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10220160491464208&id=1283854047

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Flag Counter